Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) MI—MTs—MA Mardhatillah Rambutan Tahun Akademik 2025 — 2026, Anda bisa menghubungi Whatsapp 0822-8152-5047

Semangat Pantang Menyerah, MTs Mardhatillah Sabet Juara Harapan di HUT SMAN 2 Banyuasin


BANYUASIN I, Mardhatillah.sch.id – Gelora olahraga di kalangan pelajar kembali membara di Kabupaten Banyuasin. Lapangan futsal SMAN 2 Banyuasin I menjadi saksi bisu perjuangan tim-tim muda dalam turnamen futsal tingkat MTs dan MA se-Kecamatan Banyuasin I dan sekitarnya. Turnamen yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 27 hingga 29 Januari 2026 ini, digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) SMAN 2 Banyuasin I yang ke-20.

Di tengah persaingan ketat yang melibatkan 16 sekolah terbaik, tim futsal MTs Mardhatillah Rambutan berhasil mencuri perhatian. Meski harus puas menempati posisi keempat atau Juara Harapan 1, pencapaian ini dipandang sebagai bukti nyata regenerasi atlet muda yang menjanjikan dari sekolah berbasis agama tersebut.

Kompetisi Sengit 16 Tim Tangguh

Turnamen ini bukan sekadar ajang sepakan bola di lapangan. Bagi para siswa, ini adalah panggung pembuktian latihan keras yang mereka jalani setelah jam sekolah usai. Sebanyak 16 sekolah dari berbagai penjuru Kecamatan Banyuasin I dan wilayah sekitarnya mengirimkan talenta-talenta terbaik mereka.

Sejak hari pertama, Selasa (27/1/2026), atmosfer kompetisi sudah terasa sangat kompetitif. SMAN 2 Banyuasin I selaku tuan rumah menata turnamen dengan sistem gugur yang menuntut konsentrasi tinggi. Satu kekalahan berarti perjalanan berakhir. Hal ini membuat setiap laga yang tersaji bak partai final bagi para peserta.

Kepala Sekolah SMAN 2 Banyuasin I dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar-pelajar sekaligus menjaring bibit-bibit atlet futsal di wilayah Banyuasin. "Kami ingin HUT sekolah tahun ini tidak hanya menjadi seremoni internal, tetapi juga menjadi wadah prestasi bagi sekolah-sekolah di sekitar kami," ujarnya.



Perjalanan MTs Mardhatillah: Dari Kuda Hitam Menuju Semifinal

MTs Mardhatillah Rambutan datang ke turnamen ini dengan status yang tidak terlalu diunggulkan jika dibandingkan dengan sekolah-sekolah negeri besar lainnya. Namun, di bawah asuhan pelatih yang menekankan kedisiplinan dan kerja sama tim, para siswa berbaju hijau-putih ini tampil mengejutkan.

Pada babak penyisihan, MTs Mardhatillah menunjukkan permainan yang taktis. Memanfaatkan serangan balik cepat dan pertahanan yang rapat, mereka berhasil menumbangkan lawan-lawan tangguh di fase awal. Kemenangan demi kemenangan membawa mereka melaju hingga ke babak semifinal yang digelar pada hari terakhir, Kamis (29/1/2026).

Langkah mereka di semifinal sempat terhenti oleh tim tuan rumah yang didukung penuh oleh suporternya. Meski kalah secara skor, mentalitas anak-anak Mardhatillah tetap tegak. Mereka harus berjuang memperebutkan posisi ketiga dalam laga yang berlangsung sangat emosional.

Dalam perebutan juara ketiga, kelelahan fisik mulai terlihat. Setelah melewati serangkaian pertandingan intensif selama tiga hari berturut-turut, MTs Mardhatillah harus mengakui keunggulan lawan dengan selisih gol yang tipis. Hasil akhirnya, MTs Mardhatillah resmi menduduki peringkat keempat dalam turnamen bergengsi ini.

Lebih dari Sekadar Angka

Meskipun "hanya" membawa pulang trofi Juara 4, bagi lingkungan sekolah MTs Mardhatillah Rambutan, ini adalah prestasi yang patut disyukuri. Memasuki jajaran empat besar dari 16 peserta bukanlah perkara mudah, apalagi lawan yang dihadapi memiliki fasilitas latihan yang terkadang lebih lengkap.

"Juara empat adalah langkah awal yang luar biasa. Anak-anak telah memberikan segalanya di lapangan. Mereka belajar tentang sportivitas, tentang bagaimana rasanya bangkit setelah jatuh, dan bagaimana bekerja sebagai satu unit," ungkap Setra Ariansyah, salah satu guru pendamping MTs Mardhatillah di sela-sela upacara penutupan.

Penampilan gemilang para siswa ini juga mendapat apresiasi dari penonton. Gaya bermain mereka yang sopan namun gigih mencerminkan nilai-nilai yang ditanamkan di madrasah. Turnamen ini menjadi bukti bahwa siswa madrasah tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga mampu bersaing di kancah olahraga prestasi.

Dampak Positif Bagi Olahraga Daerah

Keberhasilan penyelenggaraan turnamen di SMAN 2 Banyuasin I ini diharapkan menjadi pemantik bagi sekolah lain untuk mengadakan kegiatan serupa. Minimnya kompetisi usia dini seringkali menjadi kendala dalam pengembangan bakat olahraga di daerah. Dengan adanya inisiatif dari pihak sekolah, mata rantai pembinaan atlet tidak terputus.

Bagi Kecamatan Banyuasin I, turnamen ini juga menjadi hiburan positif bagi masyarakat sekitar. Selama tiga hari, area sekolah ramai dikunjungi orang tua siswa dan warga yang ingin memberikan dukungan. Ini menciptakan perputaran ekonomi kecil bagi pedagang di sekitar lokasi dan memperkuat rasa komunitas.

Penutup: Menatap Masa Depan

Seiring dengan berakhirnya turnamen pada 29 Januari sore, trophy diserahkan kepada para pemenang dalam suasana kekeluargaan. Tim MTs Mardhatillah pulang ke Rambutan dengan kepala tegak. Mereka membawa pengalaman berharga yang tidak didapatkan di dalam kelas: pengalaman tentang daya tahan mental (gritt) dan pentingnya jam terbang.

Bagi para siswa MTs Mardhatillah, Juara 4 bukanlah akhir, melainkan evaluasi. Mereka telah membuktikan bahwa mereka mampu bersaing di tingkat kecamatan. Kini, fokus mereka kembali ke bangku sekolah, sembari tetap menjaga asa untuk kembali lebih kuat di turnamen tahun depan.

HUT SMAN 2 Banyuasin I tahun 2026 ini akan dikenang bukan hanya karena kemeriahannya, tetapi karena telah melahirkan semangat sportivitas yang menyatukan 16 sekolah dalam satu lapangan hijau yang sama.*|Setra

0 Komentar